setelah sebagian besar pengurus PR. IPM SMK Muhammadiyah Parakan disibukan dengan PKL, mereka memanjakan diri dengan berenang bersama di wira banurusman serua..
kegiatan ini telah berlangsung 2 kali yaitu pada tanggal 16 Januari 2011 dan 18 Januari 2011.
InsyaAllah selanjutnya badminton bersama akan diadakan..
Blog ini menjelaskan tentang Pimpinan Ranting IPM SMK Muhammadiyah Parakan...
Kursor
Laman
Basmallah
Direction
SCM Music Player
Rabu, 19 Januari 2011
Kamis, 13 Januari 2011
Kabar tentang seleksi timnas U 23 Indonesia
Timnas U-23 mengklaim sudah memiliki 20 nama calon pilar untuk bersaing di Pra Olimpiade 2012. Namun, tiga nama sebelumnya lolos otomatis.
Sebanyak 31 pemain mengikuti seleksi tahap kedua timnas U-23 untuk Pra Olimpiade 2012. Merah Putih muda kedatangan pemain asing calon naturalisasi Vincent Partosoebroto (FC Hoofdorp). Sebelumnya, Ruben Warbanaran (FC Den Bossh) sudah lebih dahulu bergabung. Jumlah pemain asing akan bertambah lantaran dua pemain FC Utrecht Stefano Lilipaly dan Mark van de Mareel dikabarkan akan datang Sabtu (15/1).
Namun, timnas saat ini masih menunggu status Donovan Partosoebroto (Ajax Amsterdam). Merah Putih juga mengaku batal menyeleksi Farri Agri (Al Khor SC). Pelatih Timnas Indonesia Alfred Riedl mengatakan, total 20 nama sudah masuk. “Kami sudah mendapatkan 15 sampai 20 nama pemain. Sebanyak empat sampai lima pemain berasal dari seleksi tahap satu.
Saat ini (kemarin) Vincent sudah datang, tapi sementara kami istirahatkan. Besok (hari ini) mulai berlatih. Untuk cedera Ruben, mungkin Jumat (14/1) sudah sembuh,” ungkapnya kemarin. Minus pilar asing, Merah Putihmuda sudah mengantongi sedikitnya 17 nama lokal.
Sebab, tiga nama lainnya sudah mendapatkan wild card dan sebelumnya tercatat sebagai pemain timnas untuk Piala AFF 2010. Mereka adalah Oktovianus Maniani (Sriwijaya FC), Kurnia Meiga dan Yongki Aribowo (Arema FC). Namun, timnas kembali merevisi agenda training camp (TC). TC permanen akhirnya digelar 24 Januari atau molor dua hari dari rencana awal.
Sebanyak 31 pemain mengikuti seleksi tahap kedua timnas U-23 untuk Pra Olimpiade 2012. Merah Putih muda kedatangan pemain asing calon naturalisasi Vincent Partosoebroto (FC Hoofdorp). Sebelumnya, Ruben Warbanaran (FC Den Bossh) sudah lebih dahulu bergabung. Jumlah pemain asing akan bertambah lantaran dua pemain FC Utrecht Stefano Lilipaly dan Mark van de Mareel dikabarkan akan datang Sabtu (15/1).
Namun, timnas saat ini masih menunggu status Donovan Partosoebroto (Ajax Amsterdam). Merah Putih juga mengaku batal menyeleksi Farri Agri (Al Khor SC). Pelatih Timnas Indonesia Alfred Riedl mengatakan, total 20 nama sudah masuk. “Kami sudah mendapatkan 15 sampai 20 nama pemain. Sebanyak empat sampai lima pemain berasal dari seleksi tahap satu.
Saat ini (kemarin) Vincent sudah datang, tapi sementara kami istirahatkan. Besok (hari ini) mulai berlatih. Untuk cedera Ruben, mungkin Jumat (14/1) sudah sembuh,” ungkapnya kemarin. Minus pilar asing, Merah Putihmuda sudah mengantongi sedikitnya 17 nama lokal.
Sebab, tiga nama lainnya sudah mendapatkan wild card dan sebelumnya tercatat sebagai pemain timnas untuk Piala AFF 2010. Mereka adalah Oktovianus Maniani (Sriwijaya FC), Kurnia Meiga dan Yongki Aribowo (Arema FC). Namun, timnas kembali merevisi agenda training camp (TC). TC permanen akhirnya digelar 24 Januari atau molor dua hari dari rencana awal.
Tips-tips Jitu Agar Tidak Kena Tilang
Sebagai bangsa pecinta damai, sudah bukan rahasia jika banyak pengguna jalan yang lebih memilih jalur ‘salaman’ jika ditilang. Tapi sesuai dengan semangat reformasi, warga Indonesia juga anti praktik KKN, menyebabkan banyak yang berusaha untuk tidak menyogok, meski tetap keberatan ditilang.
Cara yang diambil sebagai jalan tengah berbeda-beda. Berikut ini adalah tiga trik yang paling sering dicoba hingga terbukti keabsahannya. Dan trik-trik ini…TIDAK PERNAH GAGAL!
RAHASIA ANTI TILANG #1: Saya anak jendral!
Trik ni merupakan trik yang paling umum. Kadang dikombinasikan dengan pengakuan saudara atau penyelipan kartu nama pejabat kepolisian. Saat dihentikan, calon tilang memasang tampang percaya diri, dan berbicara dengan suara lantang, nada sok, penuh keyakinan.
Skenario:
“Maaf bu, ibu melanggar pasal sekian karena sekian-sekian”
“YA SUDAH! YA SUDAH! KAU TILANGLAH AKU SEKARANG! AYO CEPAT! TILANG SAJA!”
“Err…maaf bu, memangnya ibu..siapa ya?”
“MACAM MANA PULA KAU TANYA-TANYA SIAPA AKU! KALAU KAU MAU TILANG, YA TILANGLAH SANA!”
“Maaf bu, ibu kenal siapa?
“MEMANGNYA KALAU AKU KENAL SIAPA-SIAPA KENAPA? HAH? MAU KAU TILANG LEBIH BESAR LAGI? HAH?”
“Engga bu, lain kali hati-hati ya…”
Mengapa tak pernah gagal…Dalam ilmu psikologi, taktik ini ini berpangkal pada reverse psychology, dimana seseorang melakukan persuasi guna mengarahkan lawan bicara melakukan hal yang justru tidak diinginkan. Menyuruh pak polisi untuk menilang dengan lantang akan memicu reaktan dalam diri Pak Polisi, yaitu respon negatif saat menanggapi sebuah persuasi, sehingga bertindak justru kebalikan persuasi yang diberikan (melepaskan dan tidak menilang).
Teori psikologi ini sebenarnya berasal dari abad kuno Indonesia, dan dikenal dalam bahasa lokal sebagai teori gertak sambal, dimana seseorang mengambil peran yang mengisyaratkan kekuatan yang lebih besar dari yang sebenarnya dimiliki. Semakin banyak grey area, lawan bicara semakin ragu akan kemampuan kita sepenuhnya dan biasanya tidak berani mengambil risiko….
Karena seringnya digunakan, diperlukan kehati-hatian dalam melaksanakan trik ini. JANGAN BERBOHONG adalah kunci sukses keberhasilan. Itu termasuk: jangan mengaku saudara jika bukan saudara dan jangan memberi nomor telpon yang tidak bisa dihubungi. Ingat, kegagalan dan gerak-gerik mencurigakan bisa berbuah tilang yang lebih berat!
RAHASIA ANTI TILANG #2: Saya lagi banyak masalah, Pak!
WASPADA! TRIK INI MEMBUTUHKAN LATIHAN AKTING! Tips ini sangat cocok bagi Anda para yang mempunyai kemampuan teaterikal. Begitu polisi menyetop, Anda harus segera mulai penjiwaan. Segera telengkupkan tangan, basahi mata dengan air mata buaya, dan tarik ulur ingus sehingga terdengar seperti menangis. Sepanjang interogasi, jaga kontak mata yang minim dengan Pak Polisi, gerakkan tangan menutup muka seperti sedang depresi.
Skenario:
“Maaf bu, ibu melanggar pasal sekian karena sekian-sekian”
“Aduh, teserah deh, pak, bapak mau nilang saya apa gimana teserah dhe,”
“Memangnya ibu kenapa?”
“Aduh, ga usah nanya-nanya dhe, Pak, saya lagi banyak masalah nih!”
“Masalah ibu apa?”
“Pokoknya saya lagi banyak masalah! Makanya saya ga lihat tadi tuh lampu merah di depan, pikiran saya kusut! Jadi teserah deh kalau bapak mau nilang saya…” Diucapkan dengan nada frustasi dan diakhiri dengan suara lirih dan nada gantung.
“Duh, ada yang bisa saya bantu kalau lagi ada masalah?”
“Ga bisa! Bapak ga bisa bantu saya!” terkesan mau nangis, “Ga ada yang bisa bantu SAAYAA!” menangis histeris.
“Ya uda dhe kalau ibu lagi banyak masalah, lain kali hati-hati ya…”
Mengapa tak pernah gagal… Karena orang jahat selalu menang, dan ini adalah teknik yang sangat jahat. Trik ini memanfaatkan sisi baik dari seorang Polisi. Manusia pada intinya mempunyai hati nurani yang dibimbing oleh nilai moral dalam lingkungan sosial. Tiada manusia yang lahir tanpa empati akan kesusahan manusia lain, bahkan meski hanya setitik. Apalagi seorang Polisi yang diharapkan menjadi pamong masyarakat.
Taktik ini memang masih jarang digunakan, mungkin karena membutuhkan penghayatan yang mendalam dan juga karena trik ini begitu mudah dikenali. Sekali dipakai, tentunya para polisi akan selalu terkenang-kenang. Ibaratnya sekali lancung ke ujian, seumur hidup orang tak percaya. Bisa-bisa bagian skenario tadi dipotong menjadi:
“Ahhh!! Udah! Udah! Ga usah pura-pura! Kemarin uda ada yang pake tuh! Ibu-ibu!”
RAHASIA ANTI TILANG #3: Saya mahasiswa hukum, lho!
Jika Anda bukan mahasiswa hukum, tidak perlu jadi ragu karena membaca judulnya. Memang tidak perlu kuliah hukum sejati untuk menggunakan trik ini. Cukup kemampuan persuasi dan kegigihan mempertahankan kasus macamnya pengacara artis.
Skenario:
“Mbak melanggar pasal sekian karena sekian-sekian”
“Aduh, maaf, Pak, soalnya rambu-nya nggak kelihatan, ketutupan pohon tuu…lagian saya itu baru pertama kali lewat sini, jadi saya kurang paham sama jalanannya…”
“Ya tapi nggak bisa gitu dong, Mbak tetap melanggar dan harus ditilang”
“Wah, nggak bisa langsung ditilang gitu, pak! Kan saya sudah bilang tadi alasannya, rambunya tidak kelihatan karena ketutupan pohon, jadi sebenarnya kesalahan bukan di pihak saya. Saya ini mahasiswa hukum lho, pak! Masyarakat sadar hukum! Saya tahu benar pasal-pasal dan penerapannya, bahwa kalau pelanggaran karena rambu yang tidak jelas, tidak bisa dikenakan sanksi!”
“Memang aturannya seperti itu kok, melanggar ya kena sanksi!”
“Nahh, itu dia, apalagi saya tadi sudah minta maaf karena pertama kali lewat. Saya ini mahasiswa hukum, Pak, jadi saya tahu aturan persidangan. Saya jelas tidak bersalah karena saya tidak diinformasikan sebelumnya bahwa apa yang saya lakukan itu salah. Rambu tidak jelas. Saya pertama lewat. Siapa yang bisa memberi tahu saya?”
“Justru ini saya stop dan saya beritahu, Mbak melanggar!”
“Benar sekali, terimakasih, Pak, tugas seorang polisi memang untuk membimbing anggota masyarakatnya agar patuh peraturan. Karena itu sekarang saya jadi tahu disini ga boleh belok, dan lain kali tidak melanggar.”
“Tapi yang ini tetap ditilang!”
“Wah, saya yakin bapakpun sebagai penegak hukum juga belajar hukum seperti saya di fakultas hukum. Pelanggaran kali ini tidak kena tilang, pak, tapi berikutnya jika saya melanggar lagi, saya harus ditilang. “
“Ya sudah ngomong sana di sidang tilang!”
“Sekali lagi pak, saya ini sudah hampir lulus dari fakultas hukum, berarti saya menguasai materi hukum! Coba bapak liat klo ga percaya, ini kartu mahasiswa saya, FAKULTAS HUKUM angkatan tahun ini lulus. Menurut yang saya pelajari, tidak semua pelanggaran harus masuk tahap persidangan, jika sudah diberikan alasan yang valid atas pelanggaran. Saya sudah memberikan alasan saya. Saya bahkan tidak menyalahkan aparat yang meletakkan rambu di tempat yang tidak terlihat.”
“Ya sudah sana pergi!”
Mengapa tak pernah gagal… tidak ada teori psikologi di balik tips ini, kecuali pemahaman bahwa kejiwaan manusia bisa terganggu kalau mendengar suara yang memekakan telinga terus-menerus dalam jangka waktu tertentu. Polisi pun juga manusia, yang bisa gila mendengar rentetan alibi tak henti oleh suara yang tak enak didengar.
Tentunya tips-tips tersebut tidak bermaksud menghina lembaga kepolisian. Kami pun pernah menikmati buah reformasi birokrasi saat mengurus SIM, surat tabrakan dan ditilang. Ramah-cepat-tidak mahal. Justru semua tips ini ditulis supaya pihak berwenang dapat menghindari orang-orang yang suka ngemplang tilang. Ada lagi yang mau membantu upaya penegakan hukum?
Senin, 10 Januari 2011
Mengenal Bidang IPMawati
Siapakah ipmawati?
Ipmawati berasal dari kata IPM dan Wait. IPM adalah organisasi otonom persyarikatan Muhammadiyah yang bergerak di kalangan pelajar baik putra maupun putrid. Sedang Wati artinya wanita atau putri. Jadi yang disebut dengan ipmawati adalah setiap anggota IPM putri.
Sejarah Departemen Ipmawati
Pada awal didirikannya IPM, departemen Ipmawati belum dibentuk. Struktur organisasinya belum seperti sekarang ini dimana terdapat empat departemen yaitu; Departmen dakwah, Departemen Ipmawati, Departenmen PIP serta Pengembangan Keterampilan. (Hasil Muktamar IPM ke-8 di Yogyakarta, 25 Januari 1990).
Tetapi pada pengembangan awal tersebut Ipmawati sudah mulai berperan seperti dalam kepengurusan IPM, misalanya : “sebagai bendahara atau sekretaris dan juga Ipmawati berusaha mempopulerkan IPM”.
Seiring dengan perkembangan zaman yang semakin pesat maka peran dari perempuan semakin dibutuhkan. Untuk itu dirasakan perlu adanya suatu wadah yang khusus membina para pelajar putrid. Maka pada Muktamar IPM ke-V di Jakarta terjadilah perubahan struktur kepemimpinan. Khususnya posisi Ipmawati dalam kaitannya dengan organisasi IPM dimana saat itu terpilih ketua III yang membawahi departemen Ipmawati.
Sejak itu Ipmawati mempunyai kesempatan yang lebih luas bersama-sama dengan Ipmawan untuk duduk dalam setiap jenjang kepemimpinan baik dalam jabatannya sebagai staff harian maupun dalam departemen Ipmawati akan selalu ikut serta menentukan langkah-langkah IPM secara keseluruhan dalam rangka merealisirkan tujuan IPM
Status dan kedudukan Ipmawati
Status Ipmawati dalam IPM tidak hanya sebagai (peripheral) atau pelengkap saja, tetapi Ipmawati pun mempunyai andil yang besar dalam usaha untuk mencapai tujuan. Ipmawati mempunyai kedudukan yang sama dan setara sebagai mitra sejajar bagi Ipmawan baik dalam struktur kepemimpinan maupun dalam menjalankan tugas-tugas organsisasi.
Fungsi dan peran Ipmawati
Fungsi Ipmawati bagi pelajar putri mempunyai arti yang penting dalam perjuangan IPM serta Muhammadiyah. Karena Ipmawati berfungsi sebagai salah satu sarana untuk mencapai cita-cita. Peran Ipmawati dalam IPM merupakan partner dalam menjalankan tugas-tugas organisasi dimana pihak yang satu dengan yang lainnya saling melengkapi, mengisi dan membantu sesuai dengan kodrat dan kemampuannya.
Ipmawati ikut berperan dalam memajukan organisasi maupun masyarakat pelajar, dalam mengisi dan menjunjung bagi kehidupan para pelajar yang akhirnya sampai pada pencapaian tujuan “Terbentuknya pelajar muslim yang berahlaq mulia, dalam rangka menjunjung tinggi Agama Islam sehingga terwujud masyarakat utama adil makmur yang diridhoi Allah Swt”.
Dengan berubahnya pandangan dunia terhadap perempuan, yaitu sejarah diberinya kesempatan kepada perempuan untuk ikut serta mengembangkan potensi secara wajar, terbukti sudah membawa perempuan mampu menangani bidang-bidang yang semula dianggap hanya mampu ditangani oleh kaum pria saja. Demikian pula dengan Ipmawati. Demikian pula dengan Ipmawati. Usaha-usaha yang dilakukan untuk mencapai tujuan organisasi tidak hanya merupakan tugas dari Ipmawan tetapi Ipmawati juga bisa berperan didalamnya
Kewajiban Ipmawati
- Dalam lingkup IPM
1. Mengurusi ke-Ipmawatian secara khusus, misalnya; melalui pendidikan khusus ipmawati (diksusti) atau program-program pengkaderan lainnya.
2. Sebagai wadah mendidik kader-kader perempuan Islam yang militant dan konsekuen.
3. Sebagai teladan bagi pelajar putri Islam yaitu mencerminkan kepribadiannya sesuai dengan fungsinya sebagai perempuan.
- Dalam lingkup masyarakat
1. Ipmawati harus sanggup menggalang pembangunan ummat, melalui dakwah Islam amar makruf nahi mungkar (QS : 3 104)
2. Ipmawati sebagai pahlawan-pahlawan pembangunan. Dalam arti membangun ummat dengan penuh keihlasan, tanpa pamrih, tekun menanamkan ajaran-ajaran Islam baik kepada warga Ikatan sendiri maupun untuk masyarakat pada umumnya.
3. Ipmawati sebagai komponen pelajar harus mampu merintis peningkatan dalam pendidikan, keagamaan, sosial kemasyarakatan, disini ikatan dapat dijadikan wadah untuk menempa warganya yang mampu menelorkan pelajar berkepribadian muslim yang dapat diharapkan menjadi sponsor pembangunan manusia seutuhnya.
4. Ipmawati harus mampu berperan sebagai primadona yang cakap dan cerdas serta mampu mengatasi dan menyelesaikan masalah yang dihadapi oleh masyarakat.
- Dalam ‘Aisyiyah / Muhammadiyah
Ipmawati berasal dari kata IPM dan Wait. IPM adalah organisasi otonom persyarikatan Muhammadiyah yang bergerak di kalangan pelajar baik putra maupun putrid. Sedang Wati artinya wanita atau putri. Jadi yang disebut dengan ipmawati adalah setiap anggota IPM putri.
Sejarah Departemen Ipmawati
Pada awal didirikannya IPM, departemen Ipmawati belum dibentuk. Struktur organisasinya belum seperti sekarang ini dimana terdapat empat departemen yaitu; Departmen dakwah, Departemen Ipmawati, Departenmen PIP serta Pengembangan Keterampilan. (Hasil Muktamar IPM ke-8 di Yogyakarta, 25 Januari 1990).
Tetapi pada pengembangan awal tersebut Ipmawati sudah mulai berperan seperti dalam kepengurusan IPM, misalanya : “sebagai bendahara atau sekretaris dan juga Ipmawati berusaha mempopulerkan IPM”.
Seiring dengan perkembangan zaman yang semakin pesat maka peran dari perempuan semakin dibutuhkan. Untuk itu dirasakan perlu adanya suatu wadah yang khusus membina para pelajar putrid. Maka pada Muktamar IPM ke-V di Jakarta terjadilah perubahan struktur kepemimpinan. Khususnya posisi Ipmawati dalam kaitannya dengan organisasi IPM dimana saat itu terpilih ketua III yang membawahi departemen Ipmawati.
Sejak itu Ipmawati mempunyai kesempatan yang lebih luas bersama-sama dengan Ipmawan untuk duduk dalam setiap jenjang kepemimpinan baik dalam jabatannya sebagai staff harian maupun dalam departemen Ipmawati akan selalu ikut serta menentukan langkah-langkah IPM secara keseluruhan dalam rangka merealisirkan tujuan IPM
Status dan kedudukan Ipmawati
Status Ipmawati dalam IPM tidak hanya sebagai (peripheral) atau pelengkap saja, tetapi Ipmawati pun mempunyai andil yang besar dalam usaha untuk mencapai tujuan. Ipmawati mempunyai kedudukan yang sama dan setara sebagai mitra sejajar bagi Ipmawan baik dalam struktur kepemimpinan maupun dalam menjalankan tugas-tugas organsisasi.
Fungsi dan peran Ipmawati
Fungsi Ipmawati bagi pelajar putri mempunyai arti yang penting dalam perjuangan IPM serta Muhammadiyah. Karena Ipmawati berfungsi sebagai salah satu sarana untuk mencapai cita-cita. Peran Ipmawati dalam IPM merupakan partner dalam menjalankan tugas-tugas organisasi dimana pihak yang satu dengan yang lainnya saling melengkapi, mengisi dan membantu sesuai dengan kodrat dan kemampuannya.
Ipmawati ikut berperan dalam memajukan organisasi maupun masyarakat pelajar, dalam mengisi dan menjunjung bagi kehidupan para pelajar yang akhirnya sampai pada pencapaian tujuan “Terbentuknya pelajar muslim yang berahlaq mulia, dalam rangka menjunjung tinggi Agama Islam sehingga terwujud masyarakat utama adil makmur yang diridhoi Allah Swt”.
Dengan berubahnya pandangan dunia terhadap perempuan, yaitu sejarah diberinya kesempatan kepada perempuan untuk ikut serta mengembangkan potensi secara wajar, terbukti sudah membawa perempuan mampu menangani bidang-bidang yang semula dianggap hanya mampu ditangani oleh kaum pria saja. Demikian pula dengan Ipmawati. Demikian pula dengan Ipmawati. Usaha-usaha yang dilakukan untuk mencapai tujuan organisasi tidak hanya merupakan tugas dari Ipmawan tetapi Ipmawati juga bisa berperan didalamnya
Kewajiban Ipmawati
- Dalam lingkup IPM
1. Mengurusi ke-Ipmawatian secara khusus, misalnya; melalui pendidikan khusus ipmawati (diksusti) atau program-program pengkaderan lainnya.
2. Sebagai wadah mendidik kader-kader perempuan Islam yang militant dan konsekuen.
3. Sebagai teladan bagi pelajar putri Islam yaitu mencerminkan kepribadiannya sesuai dengan fungsinya sebagai perempuan.
- Dalam lingkup masyarakat
1. Ipmawati harus sanggup menggalang pembangunan ummat, melalui dakwah Islam amar makruf nahi mungkar (QS : 3 104)
2. Ipmawati sebagai pahlawan-pahlawan pembangunan. Dalam arti membangun ummat dengan penuh keihlasan, tanpa pamrih, tekun menanamkan ajaran-ajaran Islam baik kepada warga Ikatan sendiri maupun untuk masyarakat pada umumnya.
3. Ipmawati sebagai komponen pelajar harus mampu merintis peningkatan dalam pendidikan, keagamaan, sosial kemasyarakatan, disini ikatan dapat dijadikan wadah untuk menempa warganya yang mampu menelorkan pelajar berkepribadian muslim yang dapat diharapkan menjadi sponsor pembangunan manusia seutuhnya.
4. Ipmawati harus mampu berperan sebagai primadona yang cakap dan cerdas serta mampu mengatasi dan menyelesaikan masalah yang dihadapi oleh masyarakat.
- Dalam ‘Aisyiyah / Muhammadiyah
Sebagai pelopor, pelangsung, penyempurna cita-cita dan amal usaha ‘Aisyiyah / Muhammadiyah serta pada saatnya sanggup menerima estafet perjuangan.
Jumat, 07 Januari 2011
IPM Tetap Tolak UN
REPUBLIKA.CO.ID, BANTUL--Pengurus Pusat Ikatan Pelajar Muhammadiyah (IPM) tetap menyatakan menolak penyelenggaraan ujian nasional dan mengharapkan ujian penentu kelulusan siswa tersebut dicabut.
"Kami tetap konsisten menolak ujian nasional karena ini sangat tidak fair, dan target kami pada 2011 nanti ujian nasional sudah dicabut," kata Ketua Pengurus Pusat (PP) Ikatan Pelajar Muhammadiyah (IPM) Dwi Arya Kusuma pada konferensi pers menjelang Muktamar IPM ke-17 IPM di Bantul.
Menurut dia, penyelenggaraan ujian nasional telah banyak menyudutkan para pelajar dan mengabaikan rasa keadilan di kalangan pelajar. "Masa belajar selama tiga tahun di sekolah, kelulusannya hanya ditentukan melalui ujian nasional yang hanya mengujikan beberapa mata pelajaran tertentu," katanya.
Ia mengatakan, sitem ujian tersebut jelas melunturkan tujuan pendidikan itu sendiri yang seharusnya untuk pendidikan karakter pelajar dan bukan hanya untuk untuk mendidik para pelajar untuk menguasai mata-mata pelajaran yang diajarkan.
"Seharusnya pendidikan diselenggarakan untuk menggali potensi yang ada pada masing-masing pelajar, bukan malah menyudutkan mereka yang kebetulan mengalami kesulitan dalam menguasasi mata-mata pelajaran tertentu," katanya.
Dwi mengatakan, muktamar IPM akan membahas program untuk mentranformasi organisasi IPM menjadi lembaga yang bisa menampung dan mengembangkan bakat para pelajar.
"IPM juga akan membicarakan usaha mencegah dampak negatif dari budaya popular hedonisme yang marak saat ini dan membawa para pelajar dalam kehidupan yang lebih kreatif melalui kegiatan yang tidak hanya mengutamakan bidang studi, tapi juga perlu adanya penyeimbang seperti pengembangan bidang sastra dan seni," katanya.
"Kami tetap konsisten menolak ujian nasional karena ini sangat tidak fair, dan target kami pada 2011 nanti ujian nasional sudah dicabut," kata Ketua Pengurus Pusat (PP) Ikatan Pelajar Muhammadiyah (IPM) Dwi Arya Kusuma pada konferensi pers menjelang Muktamar IPM ke-17 IPM di Bantul.
Menurut dia, penyelenggaraan ujian nasional telah banyak menyudutkan para pelajar dan mengabaikan rasa keadilan di kalangan pelajar. "Masa belajar selama tiga tahun di sekolah, kelulusannya hanya ditentukan melalui ujian nasional yang hanya mengujikan beberapa mata pelajaran tertentu," katanya.
Ia mengatakan, sitem ujian tersebut jelas melunturkan tujuan pendidikan itu sendiri yang seharusnya untuk pendidikan karakter pelajar dan bukan hanya untuk untuk mendidik para pelajar untuk menguasai mata-mata pelajaran yang diajarkan.
"Seharusnya pendidikan diselenggarakan untuk menggali potensi yang ada pada masing-masing pelajar, bukan malah menyudutkan mereka yang kebetulan mengalami kesulitan dalam menguasasi mata-mata pelajaran tertentu," katanya.
Dwi mengatakan, muktamar IPM akan membahas program untuk mentranformasi organisasi IPM menjadi lembaga yang bisa menampung dan mengembangkan bakat para pelajar.
"IPM juga akan membicarakan usaha mencegah dampak negatif dari budaya popular hedonisme yang marak saat ini dan membawa para pelajar dalam kehidupan yang lebih kreatif melalui kegiatan yang tidak hanya mengutamakan bidang studi, tapi juga perlu adanya penyeimbang seperti pengembangan bidang sastra dan seni," katanya.
Langganan:
Postingan (Atom)


